

Pada masa kecilnya, Perkasa Lo berguru di Gunung Xuanji dan menjadi murid dari Sesepuh Xuanji. Bakatnya luar biasa, dan bakat fisiknya pun sangat menonjol. Suatu hari, tiga kepala suku tua dari Provinsi Xia mendaki Gunung Xuanji dan memberi tahu Sesepuh Xuanji bahwa generasi muda tiga keluarga besar telah lama diteror oleh Kutukan Umur Pendek. Mereka meminta Sesepuh Xuanji untuk menghilangkan kutukan itu. Saat itu, Sesepuh Xuanji sudah sangat tua dan tidak memiliki kekuatan yang cukup. Namun, karena tiga kepala suku terus-menerus mendesak, Sesepuh Xuanji terpaksa memanggil murid kesayangannya, Perkasa Lo yang masih remaja. Sesepuh Xuanji bertanya kepada Perkasa Lo apakah ia bersedia mengorbankan kedua matanya untuk menghilangkan Kutukan Umur Pendek tiga keluarga besar itu. Untuk membalas budi gurunya, Perkasa Lo dengan rela menerimanya. Sejak saat itu, kutukan tiga keluarga besar terpecahkan, dan nyawa ketiga cucu perempuan kepala suku pun aman. Sebagai balasan, ketiga kepala suku berjanji bahwa setelah ketiga gadis dari tiga keluarga besar itu dewasa, mereka akan menyerahkan surat lamaran pernikahan dan menikahi Perkasa Lo.