


Di hari dia seharusnya mati, kultivasi Adrian King justru melonjak tanpa batas. Kaisar Abadi? Orang Suci? Kehendak Langit? Semua harus minggir. Murid-muridnya pun pembuat onar: ketua Sekte Iblis kejam yang tak tunduk pada siapa pun—kecuali pada tinjunya; gadis loli berambut perak dengan fisik dewa terkuat yang hanya ingin memasak untuk sang guru; iblis pedang gila yang hanya patuh pada satu suara; dan siluman jamur kikuk pengguna jurus Kaisar Hijau yang selalu takut dijadikan sup. Saat kegelapan menyelimuti alam semesta dan miliaran nyawa memohon keajaiban, Adrian King santai menghabiskan barbekyunya, melangkah keluar, lalu bergumam, 'Tenang saja. Biar aku yang urus.'