


Dengan latar hujan meteor hitam keunguan dan virus yang melanda seluruh dunia, kisah ini mengikuti Jiang Tingyu yang tersambar petir dan membangkitkan kemampuan listrik. Keadaan rambutnya berubah secara real‑time sesuai dengan daya listriknya: semakin keriting, semakin kuat dia. Dengan kemampuannya, dia melindungi para penyintas, mendirikan Pangkalan Qingshi, bertemu rekan‑rekan seperti Lin Wei, Fang Minghe, Su Lan, dan She Ruoyan, serta melawan “Dunia Baru” yang memanipulasi bencana meteor dan monster pamungkas “Taotie”. Dengan kekuatan pemurnian, dia membalikkan bencana, bergabung dengan berbagai pihak untuk memulai kembali peradaban, dan menulis sebuah epik kepahlawanan di akhir zaman.