


Setelah terlahir kembali, Wen Qing dan keluarganya menjaga jarak dari Wen Xin yang tidak tahu berterima kasih. Mereka memperkuat rumah lama mereka menjadi tempat perlindungan yang kokoh untuk bertahan melawan dingin ekstrem di kiamat. Wen Xin dan antek-anteknya memimpin sekelompok preman untuk menyerbu rumah tersebut, tetapi keluarga Wen Qing berhasil mengusir mereka menggunakan refrigeran bertekanan tinggi, ledakan debu, dan taktik lainnya. Menghadapi badai salju yang menyekat pintu, kekurangan oksigen, dan serangan preman berikutnya, mereka bertiga berulang kali lolos dari maut berkat kecerdasan dan persiapan mereka. Pada akhirnya, mereka mempertahankan harapan untuk bertahan hidup dalam situasi yang putus asa, menghadapi ujian kemanusiaan dan tantangan bertahan hidup di hari kiamat.