


Di kehidupan sebelumnya, Hanna hanyalah pion yang dikorbankan keluarganya sendiri, dijadikan selir untuk ipar laki-lakinya, dan akhirnya mati tragis pada hari kelahiran sang kakak. Namun ketika takdir memberinya kesempatan kedua, ia memilih untuk mengambil kembali haknya yang telah dirampas oleh kakaknya. Dengan kecerdikannya, Hanna memikat ayah mertuanya yang berkuasa dan menjadikan dirinya selir utama. Setelah mengamankan posisinya, ia mulai mengambil kembali satu per satu hak yang pernah dirampas: kehormatan, nama keluarga, bahkan hidupnya.