

Dia adalah pria paling berkuasa di ibu kota, ditakuti sekaligus dijilat oleh semua orang. Namun justru pria seperti itu jatuh cinta pada seorang gadis berusia delapan belas tahun. Banyak orang di lingkaran sosial mereka menganggap hubungan itu hanya permainan semata—seperti serigala besar yang mempermainkan kelinci kecil, dan suatu saat pasti akan membuangnya begitu bosan. Namun suatu hari, seseorang melihat sisi lain darinya. Pria dingin dan angkuh itu dengan lembut menghangatkan pergelangan kaki gadis itu yang sedikit dingin dengan telapak tangannya. Tatapannya tak lagi dingin—melainkan penuh dengan cinta yang tak mampu ia sembunyikan.