Di sekolah unggulan provinsi, ia hanya peringkat 20 di kelas. Namun jika memakai soal ujian Nusantara, ia bisa jadi juara satu. Ia sering berkhayal sebagai putra kandung keluarga kaya yang tertukar sejak kecil demi mendapat kartu keluarga Nusantara. Tak disangka, khayalannya jadi nyata. Saat kembali ke keluarga asli, ia harus menghadapi saudara palsu yang licik dan haus perhatian, sementara tujuannya cuma satu: mendapatkan identitas Nusantara.