


Hanya kemudian Tiga Alam menyadari bahwa hari ketika surat darah terbang ke Gunung Ling hanyalah awal dari mimpi buruk. Raja Kera Agung yang Setara dengan Langit mati tidak adil — umat Buddha dan Tao bersekongkol, dan Kera Enam Telinga menggantikannya. Setelah lima ratus tahun bersembunyi, Patriark Bodhi akhirnya keluar dari Gua Bintang Miring Tiga Pintu: dengan satu tendangan, ia menghancurkan Formasi Sepuluh Ribu Buddha; dengan satu jari, ia menembus Kerajaan Buddha Tathagata. Membalikkan aliran waktu, ia memanggil kembali Wukong dari kekacauan dan ketiadaan. Pada saat itu, Tiga Alam mengerti: yang mereka provokasi bukanlah sekadar seekor monyet, melainkan seorang pria yang tidak seharusnya mereka provokasi.